PRAMITA REBORN GO GLOBAL: UNPRI Bangun Jembatan Pendidikan Indonesia–Korea melalui Program 2+2 untuk Mencetak Generasi Diaspora Global

Dari Perpusnas ke Korea: Membawa Gagasan Desa Buku Terbuka dan Smart University Village ke Dunia
Tangerang, 5 Juli 2026 – Langkah internasionalisasi Universitas Pramita Indonesia (UNPRI) memasuki babak baru. Usai melakukan audiensi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terkait potensi kolaborasi penerbitan buku “Desa Buku Terbuka: Alam Terkembang Menjadi Guru”, Rektor UNPRI Dr. Zalzulifa, M.Pd., melanjutkan agenda strategis dengan memaparkan visi besar PRAMITA REBORN – Smart University Village: Kampus Kreatif Bangun Desa untuk Dunia kepada calon mitra akademik di Korea Selatan melalui pertemuan virtual.
Momentum tersebut menggambarkan sebuah kesinambungan visi: dari penguatan budaya literasi nasional melalui ekosistem perbukuan, menuju diplomasi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
Konsep Smart University Village yang dikembangkan UNPRI menempatkan kampus sebagai pusat inovasi yang menghubungkan pendidikan tinggi, desa, industri kreatif, kewirausahaan, dan jaringan internasional.
UNPRI Siapkan Generasi Diaspora Global melalui Program 2+2 Indonesia–Korea
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penjajakan kerja sama akademik melalui skema Program 2+2, yaitu mahasiswa menempuh dua tahun pendidikan pertama di Indonesia dan melanjutkan dua tahun berikutnya di perguruan tinggi mitra Korea Selatan.
Menurut Dr. Zalzulifa, program ini merupakan strategi mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki kesiapan akademik, kompetensi global, dan karakter kuat sebelum memasuki lingkungan internasional.
“Kami tidak ingin sekadar mengirim mahasiswa keluar negeri. Kami ingin menyiapkan generasi muda Indonesia yang benar-benar siap berdiaspora, memiliki kompetensi yang kompatibel, dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” ujar Dr. Zalzulifa.
Melalui model ini, mahasiswa Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi peserta pendidikan global, tetapi juga menjadi duta budaya, inovator, dan penggerak ekonomi kreatif Indonesia di berbagai negara.
Pramita Reborn Go Global: Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Mitra Internasional
Rencana kerja sama internasional tersebut mendapat respons positif dari calon mitra akademik Korea Selatan dan akan dilanjutkan melalui pembahasan teknis menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Kolaborasi ini direncanakan difasilitasi oleh Sekolah Vokasi Universitas Indonesia sebagai bentuk kerja sama tripartit antara UNPRI, perguruan tinggi mitra Korea Selatan, dan institusi pendukung di Indonesia.
Dalam komunikasi awal, Ridwan Sobar dan Chung Bong Hyup dari Makara UI Academy menyampaikan bahwa konsep program 2+2 sedang diteruskan kepada pihak Kyungdong University untuk mendapatkan tindak lanjut pembahasan akademik dan kelembagaan.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis UNPRI dalam mendukung agenda nasional peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi yang terbuka terhadap dunia.
Relevansi bagi Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia
Gagasan PRAMITA REBORN – Smart University Village sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam membangun perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan ekosistem inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui integrasi literasi, teknologi, industri kreatif, kewirausahaan, dan jejaring global, UNPRI berupaya menghadirkan model kampus masa depan: kampus yang tumbuh bersama desa, berakar pada budaya bangsa, dan berdaya saing dunia.
Kerja sama internasional Indonesia–Korea ini diharapkan menjadi salah satu contoh praktik baik bagaimana perguruan tinggi Indonesia dapat membangun diplomasi pendidikan yang produktif dan berkelanjutan.
PRAMITA REBORN
Smart University Village
Kampus Kreatif Bangun Desa untuk Dunia

Leave a Reply